HUT ke-22 Tagana, Saifullah Yusuf Tekankan Penanggulangan Bencana Berbasis Data dan Sistem
RAKYAT CERDAS – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Taruna Siaga Bencana (Tagana) menjadi momentum penting untuk memperkuat arah penanggulangan bencana nasional yang lebih terukur, terpadu, dan berbasis data. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa pendekatan konvensional harus ditinggalkan, digantikan dengan sistem yang presisi dan akuntabel.
Didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Gus Ipul menyampaikan hal tersebut di hadapan ribuan anggota Tagana dari seluruh Indonesia dalam apel peringatan HUT ke-22 yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebangsaan.
“Tagana harus selalu hadir di setiap bencana sebagai bukti nyata kehadiran negara bagi rakyat,” tegas Gus Ipul.
Ia menekankan bahwa peran Tagana tidak terbatas pada respons darurat semata, melainkan mencakup seluruh tahapan penanggulangan bencana ,mulai dari prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana. Dalam menjalankan tugas tersebut, profesionalisme, kesiapsiagaan, kolaborasi lintas sektor, serta integritas tanpa kompromi menjadi prinsip utama yang harus dijaga.
Penanggulangan Bencana Berbasis Data
Salah satu penekanan utama dalam arah kebijakan ke depan adalah pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Menurut Gus Ipul, penggunaan data terpadu ini menjadi kunci agar penyaluran bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan tidak lagi menimbulkan ketimpangan di lapangan.
Pendekatan berbasis data dinilai mampu mempercepat pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan akurasi dalam menentukan prioritas penanganan korban bencana.
Humanisme di Tengah Krisis
Di balik pentingnya sistem dan teknologi, Gus Ipul mengingatkan bahwa aspek kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama. Ia menegaskan bahwa korban bencana tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga rasa aman, stabilitas psikologis, dan harapan hidup.
Karena itu, anggota Tagana diminta untuk selalu mengedepankan empati dalam setiap tugas kemanusiaan.
“Tagana harus hadir tidak hanya dengan bantuan logistik, tetapi juga dengan kepedulian dan sentuhan kemanusiaan,” ujarnya.
Dukungan Program dan Penguatan Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Tagana juga didorong untuk turut mendukung program Sekolah Rakyat, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana.
Selain itu, pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kapasitas dan dukungan operasional Tagana agar mampu bergerak cepat dan efektif saat bencana terjadi.
Simulasi Kesiapsiagaan
Apel peringatan HUT ke-22 Tagana ditutup dengan simulasi vertical rescue, yang memperlihatkan kemampuan teknis dan kesiapsiagaan anggota dalam menghadapi situasi darurat di medan sulit. Simulasi tersebut menjadi gambaran nyata dedikasi Tagana sebagai relawan kemanusiaan yang terlatih dan profesional.
Peringatan HUT ke-22 ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga penegasan arah baru penanggulangan bencana di Indonesia lebih sistematis, berbasis data, dan tetap berakar pada nilai kemanusiaan.
Di tengah meningkatnya risiko bencana, kehadiran Tagana menjadi simbol bahwa negara tidak absen. Ia hadir dengan sistem, dengan data, dan dengan hati.
