NEGARA LAIN BELAJAR KE BANYUMAS: TPST BLE BIKIN PRESIDEN PRABOWO TERKESAN DAN SIAP DIREPLIKASI NASIONAL

0
1777571434231-1

RAKYAT CERDAS — Tidak banyak fasilitas pengolahan sampah yang mampu menarik perhatian kepala negara hingga mendalami prosesnya secara detail. Namun hal itu terjadi saat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026).

Berlokasi di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, TPST BLE Banyumas hadir sebagai model pengelolaan sampah modern berbasis ekonomi sirkular, di mana sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan diolah menjadi sumber daya bernilai.

Fasilitas ini dilengkapi berbagai teknologi pengolahan seperti pre-shredder, tromol screen, pencacah organik, mesin pembersih, hingga sistem konveyor terintegrasi yang memungkinkan alur pengolahan berjalan efisien dari hulu ke hilir.

Presiden Prabowo mendapatkan penjelasan langsung dari Kepala UPTD TPST BLE Banyumas, Edy Nugroho, terkait proses pengolahan sampah yang menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi, seperti genteng plastik, paving block, pelet organik, maggot untuk pakan ternak, hingga bahan bakar alternatif refuse-derived fuel (RDF) untuk industri dan pembangkit energi.

Yang menarik perhatian Presiden bukan semata kecanggihan teknologi, melainkan efektivitas sistem yang digunakan. Sebagian besar teknologi yang diterapkan merupakan produk lokal, dengan sistem yang terintegrasi dari tingkat rumah tangga hingga pengolahan skala kabupaten.
“Ini sangat efektif. Bisa menjadi contoh bagi banyak daerah, bahkan negara lain sudah datang ke sini untuk belajar,” ujar Presiden Prabowo.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yang menyebutkan bahwa sedikitnya 13 kabupaten di Jawa Tengah telah mulai mengadopsi model pengelolaan sampah Banyumas. Bahkan, sejumlah delegasi dari luar negeri juga telah melakukan kunjungan studi ke lokasi tersebut.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian Presiden adalah produk genteng dari sampah plastik daur ulang. Produk ini telah digunakan di berbagai fasilitas umum di Banyumas dan dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung program nasional perbaikan rumah.

Presiden melihat peluang integrasi produk tersebut dalam program bantuan perumahan, di mana sebagian anggaran per unit dapat dialokasikan untuk penggunaan genteng daur ulang, sekaligus menggantikan material lama yang kurang ramah lingkungan.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Menteri Lingkungan Hidup, serta kepala daerah setempat.

Kepada Bupati Banyumas, Presiden memberikan penekanan khusus agar target Banyumas bebas sampah pada 2028 dapat direalisasikan. Pemerintah pusat juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan tambahan fasilitas TPST guna mempercepat pencapaian target tersebut.

Model TPST BLE Banyumas kini dipandang sebagai contoh konkret bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi solusi lingkungan sekaligus peluang ekonomi. Dengan sistem yang tepat, sampah tidak lagi menjadi beban, melainkan sumber daya yang dapat diolah menjadi bahan baku, energi, hingga produk bernilai guna bagi masyarakat.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *