Kementan Pacu Hilirisasi Ayam di Lampung, Perkuat Data dan Infrastruktur Rantai Pasok

0
1777576643490

RAKYAT CERDAS — Kementerian Pertanian terus mempercepat program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Provinsi Lampung sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, pemerintah mendorong sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan guna memperkuat rantai pasok perunggasan dari hulu hingga hilir.

Direktur Pakan Ditjen PKH, Tri Melasari, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penguatan basis data sektor perunggasan. Pendataan mencakup jumlah peternak, kandang kosong, SPPG, pabrik pakan, hingga industri pengolahan hasil ternak sebagai fondasi pengambilan kebijakan yang akurat.
“Data menjadi kunci dalam memetakan kondisi riil di lapangan sekaligus memperkuat produksi dalam negeri,” ujarnya.

Hingga April 2026, jumlah SPPG yang berhasil dihimpun tercatat sekitar 461 unit dari total 1.122 unit atau sekitar 41 persen. Kondisi ini menunjukkan perlunya percepatan pendataan di tingkat kabupaten dan kota guna mendukung target swasembada telur dan daging ayam.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung, Lili Marwati, menekankan pentingnya integrasi data kebutuhan pangan, khususnya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis.

“Pendataan kebutuhan dapur SPPG harus dilakukan secara detail dan terus diperbarui, karena ini akan menjadi potret kebutuhan riil daerah,” jelasnya.
Dari sisi industri, PT Berdikari menyatakan kesiapan dalam mendukung hilirisasi melalui pembangunan fasilitas Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU). Perwakilan perusahaan, Adang Kurnia, menyebutkan bahwa dua lokasi potensial telah disiapkan, yakni di wilayah Trikora Lampung Selatan seluas 3,7 hektare serta kawasan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung seluas 1,1 hektare.
“Proses saat ini tinggal menunggu perizinan dan penyesuaian dengan RTRW agar pembangunan dapat segera berjalan,” ujarnya.

Selain pembangunan RPHU, peluang pengembangan sektor pembibitan ayam pedaging (PS Broiler) dan ayam petelur (PS Layer) juga dinilai terbuka luas. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem perunggasan sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk nasional.
Ke depan, Lampung diproyeksikan menjadi salah satu wilayah strategis dalam menopang kebutuhan pangan nasional. Percepatan hilirisasi ini juga diharapkan menjadi fondasi penting dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis serta memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *