Prabowo Siapkan Intervensi Besar Sektor Perikanan, Target Bangun 5.000 Desa Nelayan dan Fasilitas Pendukung
Rakyat Cerdas – Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan melakukan intervensi besar di sektor perikanan nasional guna menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi para nelayan, mulai dari akses es batu, bahan bakar, hingga fasilitas penyimpanan hasil tangkapan. Komitmen tersebut disampaikan dalam pidato Presiden pada Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Presiden menyoroti persoalan mendasar yang selama ini menjadi hambatan masyarakat pesisir, khususnya keterbatasan sarana penunjang yang berdampak pada kualitas hasil tangkapan dan efisiensi aktivitas melaut. Pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas pendukung langsung di kawasan pesisir agar aktivitas ekonomi nelayan lebih efektif dan memiliki daya saing lebih baik.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pemerintah akan membangun instalasi es batu, ruang pendingin (cold storage), hingga SPBU khusus di desa-desa nelayan.
“Kita akan menjamin tiap nelayan bisa punya es batu. Kita akan membikin instalasi pembuat es batu di tiap desa nelayan. Kita akan membikin ruang cold storage pendingin di setiap desa nelayan, dan kita akan bikin SPBU khusus di setiap desa nelayan,” ujar Presiden.
Selain pembangunan infrastruktur pendukung, pemerintah juga menargetkan pembangunan 5.000 desa nelayan dalam kurun tiga tahun ke depan. Sebagai tahap awal, sebanyak 1.386 desa nelayan ditargetkan mulai diresmikan tahun ini.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan produktivitas sektor kelautan nasional. Sejumlah kalangan nelayan juga menyambut positif rencana tersebut karena dinilai menjawab kebutuhan dasar yang selama ini menjadi persoalan di lapangan.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyinggung harapan mendasar masyarakat Indonesia. Menurutnya, rakyat tidak semata-mata mengejar kemewahan, tetapi menginginkan kehidupan yang layak, kebutuhan pokok terpenuhi, akses kesehatan dan pendidikan yang baik, serta tempat tinggal yang layak.
Di akhir pidatonya, Presiden kembali menegaskan amanat konstitusi bahwa sumber daya alam Indonesia harus dikelola sebesar-besarnya untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
