Kang Dedi Mulyadi: Desa Benteng Utama Jaga Lingkungan, Ketahanan Nasional Dimulai dari Desa
JAKARTA – Kang Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik maupun dinamika politik, tetapi juga bergantung pada kemampuan desa menjaga kelestarian lingkungan hidup. Menurutnya, desa merupakan benteng utama yang menjaga keberlangsungan sumber air, lahan pertanian, hutan, hingga kehidupan sosial masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan KDM saat mengajak seluruh elemen pemerintahan desa untuk memperkuat peran dalam menjaga sumber daya alam sebagai fondasi ketahanan nasional. Ia menilai desa memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam memastikan lingkungan tetap lestari demi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.
Dalam pemaparannya, KDM menjelaskan bahwa ketahanan nasional harus dimulai dari desa dengan menjaga tiga unsur utama, yakni sumber energi, sumber pangan, dan sumber spiritualitas masyarakat. Ketiga unsur tersebut saling berkaitan dan menjadi fondasi bagi keberlangsungan kehidupan bangsa.
“Kalau salah satu terganggu, maka keseimbangan kehidupan masyarakat juga akan ikut terdampak. Karena itu desa harus menjadi benteng yang menjaga seluruh potensi tersebut,” ujarnya.
KDM mengajak para kepala desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan resapan air, mata air, pegunungan, sawah, saluran irigasi, sungai, hingga muara sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem.
Ia juga menyampaikan pesan yang sarat makna mengenai pentingnya pelestarian alam.
“Jaga sirah cai, jaga mata air. Jaga gunung, jaga sawah, jaga susukan, jaga walungan, jaga kungkulungan, jaga muara.”
Menurut KDM, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata. Kelestarian lingkungan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Ia menilai sumber daya alam yang terjaga akan menjadi modal utama bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan air nasional.
Lebih lanjut, KDM mengatakan perubahan politik maupun pergantian kepemimpinan tidak akan menggoyahkan kekuatan bangsa apabila desa tetap mampu menjaga sumber daya alam yang dimiliki. Air yang melimpah, lahan pertanian yang produktif, dan hutan yang lestari merupakan aset strategis bagi masa depan Indonesia.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya mempertahankan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal dalam pembangunan desa. Menurutnya, masyarakat desa sejak dahulu telah memiliki tradisi hidup berdampingan dengan alam yang perlu terus dilestarikan di tengah perkembangan zaman.
KDM juga menekankan bahwa peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tidak hanya sebatas mengawasi jalannya pemerintahan desa, tetapi juga menjadi penggerak kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan serta memperkuat semangat gotong royong.
Dengan sinergi antara pemerintah desa, BPD, dan masyarakat, KDM optimistis desa mampu menjadi pusat pembangunan yang berkelanjutan sekaligus fondasi utama ketahanan nasional.
Melalui pesan tersebut, Kang Dedi Mulyadi berharap pembangunan di Jawa Barat maupun daerah lainnya dapat berjalan secara seimbang antara pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pelestarian lingkungan hidup. Desa yang mampu menjaga alam diyakini akan memiliki fondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan dan menjadi penopang utama pembangunan Indonesia.
