Ipda Yunus Labba, Polisi di NTT yang Habiskan Hampir Rp2 Miliar Merawat Anak Terlantar

0
1786630939159

KUPANG, NTT — Pengabdian kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui tugas kedinasan. Ipda Yunus Labba, polisi yang pernah menjabat sebagai Kapolsek Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), memilih jalan pengabdian dengan merawat anak-anak yatim, piatu, dan terlantar sejak 2007.

Bersama istrinya, Yunus membuka pintu rumah bagi anak-anak yang membutuhkan tempat tinggal, kasih sayang, serta kesempatan memperoleh pendidikan. Dari awalnya hanya beberapa anak, jumlah anak yang pernah diasuhnya terus bertambah hingga lebih dari 119 orang.

Kisah tersebut kemudian berkembang menjadi Panti Asuhan Generasi Pengubah yang dikelola melalui Yayasan El Roi Kanaan Kupang. Panti tersebut secara resmi berdiri sebagai lembaga pada 2017.

Menggunakan Penghasilan dan Pinjaman untuk Anak Asuh

Perjalanan Yunus dalam mengelola panti bukan perkara mudah. Bertambahnya jumlah anak asuh membuat kebutuhan makanan, pendidikan, tempat tinggal, dan fasilitas terus meningkat.

Dalam sejumlah pemberitaan, Yunus disebut telah mengeluarkan dana pribadi hingga mendekati Rp2 miliar untuk membangun fasilitas dan memenuhi berbagai kebutuhan anak-anak yang diasuhnya.

Ia juga beberapa kali mengambil pinjaman untuk menopang keberlangsungan panti. Bahkan, Yunus dilaporkan pernah menggunakan dokumen terkait pengangkatannya sebagai anggota Polri serta sertifikat rumah sebagai jaminan pinjaman.

Dana tersebut digunakan untuk pembangunan fasilitas panti, kebutuhan sehari-hari, pendidikan anak-anak, serta berbagai kebutuhan lain.

Bagi Yunus, pengorbanan tersebut bukan sekadar persoalan materi. Ia berupaya memastikan anak-anak yang diasuhnya tetap memperoleh kesempatan belajar dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Pendidikan Menjadi Prioritas

Yunus tidak hanya menyediakan tempat tinggal bagi anak-anak tersebut. Pendidikan menjadi salah satu perhatian utama dalam pengasuhannya.

Sejumlah anak asuhnya berhasil melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Pada 2024, sejumlah anak dilaporkan sedang menempuh pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Perjalanan tersebut mulai memperlihatkan hasil. Enam anak dari panti dilaporkan telah menyelesaikan pendidikan hingga wisuda dan sebagian telah memasuki dunia kerja.

Keberhasilan anak-anak tersebut menjadi salah satu hasil paling berharga dari perjuangan panjang Yunus.

Sebagian anak yang telah dewasa bahkan disebut kembali membantu adik-adiknya di panti. Hal itu menunjukkan bahwa kepedulian yang diberikan Yunus mulai berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Mendapat Penghargaan dari Kapolri

Dedikasi Yunus mendapat perhatian dari institusi Polri. Pada 2020, ia menerima Pin Emas dari Kapolri Jenderal Idham Azis sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya.

Ia juga mendapat penghargaan dari Kapolda NTT pada 2022.

Pada 2023, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan berupa kesempatan mengikuti pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP).

Kisah pengabdian tersebut kemudian membuat nama Yunus diusulkan sebagai kandidat Hoegeng Awards 2025.

Perjalanan hidup Yunus juga menjadi salah satu alasan kuat di balik kepeduliannya terhadap anak-anak. Ia pernah merasakan kehidupan dalam keterbatasan dan memahami bagaimana rasanya membutuhkan tempat bergantung.

Pengalaman tersebut mendorongnya untuk memberikan perhatian kepada anak-anak yang mengalami kondisi serupa.

Kisah Ipda Yunus Labba menunjukkan bahwa pengabdian seorang anggota Polri tidak hanya dapat diwujudkan melalui tugas penegakan hukum. Di luar tugas kedinasan, ia memilih hadir bagi anak-anak yang membutuhkan kasih sayang, tempat tinggal, dan kesempatan pendidikan.

Lebih dari 119 anak disebut pernah merasakan pengasuhan dan perhatian Yunus. Sebagian berhasil melanjutkan pendidikan, menyelesaikan kuliah, hingga memasuki dunia kerja.

Pada akhirnya, penghargaan mungkin menjadi bentuk apresiasi, tetapi keberhasilan anak-anak yang pernah diasuhnya untuk berdiri sendiri dan meraih masa depan menjadi buah pengabdian yang jauh lebih berarti.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *