Pemerintah Bergerak Cepat Selamatkan Peternak, Harga Telur Ditargetkan Naik Sesuai Acuan Nasional

0
1778667496917

RAKYAT CERDAS — Pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia bergerak cepat menjaga stabilitas harga telur ayam ras di tengah turunnya harga di tingkat peternak dalam beberapa pekan terakhir.
Langkah konsolidasi nasional dilakukan bersama Badan Pangan Nasional, Badan Gizi Nasional, asosiasi peternak, koperasi, hingga pelaku usaha guna memastikan harga telur kembali menuju level yang melindungi peternak rakyat sekaligus menjaga keterjangkauan pangan masyarakat.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan harga telur terus berada di bawah harga acuan pemerintah yang telah ditetapkan.
“Tujuan rapat hari ini membahas beberapa hal khususnya terkait stabilisasi harga telur di tingkat peternak, yang belakangan ini harganya memang agak sedikit turun di bawah harga acuan yang ditetapkan pemerintah,” ujar Agung dalam rapat koordinasi stabilisasi harga dan pasokan telur ayam ras di Kantor Kementan Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Menurut Agung, koperasi dan asosiasi peternak telah sepakat menjaga harga telur agar kembali mendekati harga acuan produsen sebesar Rp26.500 per kilogram.
“Teman-teman koperasi dan asosiasi sepakat menjaga agar harga ini menuju pada harga acuan tingkat produsen atau on farm yang telah ditetapkan Bapanas yaitu Rp26.500 per kilogram,” katanya.

Agung juga menegaskan bahwa Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, telah memberikan instruksi langsung agar langkah koreksi harga segera dilakukan.
“Menteri Pertanian selaku Kepala Badan Pangan Nasional memerintah kepada kami untuk segera melakukan tindakan koreksi. Besok kami meminta agar harga di tingkat peternak itu sudah naik menuju harga acuan,” tegasnya.

Pemerintah menilai kondisi produksi telur nasional saat ini sebenarnya sangat kuat. Produksi telur tahun 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 7,3 juta ton, sementara kebutuhan nasional diperkirakan berada di angka 6,4 juta ton.
Kenaikan produksi tersebut dipicu meningkatnya investasi sektor peternakan ayam petelur serta tingginya kebutuhan pangan masyarakat, termasuk untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, memastikan pemerintah akan segera menerbitkan edaran resmi terkait pembelian telur di tingkat produsen agar harga peternak tetap terlindungi.
“Kami akan mengeluarkan edaran pembelian harga telur di tingkat produsen dan itu harus dipatuhi,” ujar Ketut Astawa.
Pemerintah juga mulai memperketat pengawasan rantai distribusi untuk mencegah permainan harga di lapangan yang dinilai merugikan peternak rakyat.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional memastikan Program Makan Bergizi Gratis akan menjadi instrumen utama penyerapan produksi telur nasional.
Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN, Brigjen (Purn) Suardi Samiran, menegaskan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan menyerap telur dari peternak di wilayah sekitar.
“Setiap SPPG wajib menyerap telur dari peternak di sekitarnya. Selain terkait kebutuhan gizi, kebijakan ini guna meningkatkan ekonomi daerah,” kata Suardi.

Langkah cepat pemerintah mendapat sambutan positif dari kalangan peternak dan pelaku usaha perunggasan nasional. Ketua Umum Gabungan Organisasi Perunggasan Nasional (GOPAN), Herry Dermawan, menilai harga telur saat ini tidak mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.
Sementara Ketua Umum Asosiasi Peternak Layer Nasional (PLN), Musbar Mesdi, berharap penyerapan telur melalui program MBG dapat terus diperbesar agar harga di tingkat peternak tetap stabil dan menguntungkan.

Pemerintah menegaskan stabilisasi harga telur akan terus dikawal melalui penguatan distribusi, pengawasan rantai pasok, penyerapan pasar, hilirisasi, serta perlindungan terhadap peternak rakyat demi menjaga ketahanan pangan nasional dan memperkuat subsektor perunggasan Indonesia.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *