Menhan Sjafrie Sambut Presiden Belarus Alexander Lukashenko, Indonesia dan Belarus Perkuat Kerja Sama Strategis
JAKARTA – Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin mewakili Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Presiden Republik Belarus, H.E. Alexander Lukashenko, di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Kedatangan Presiden Lukashenko menggunakan pesawat kepresidenan disambut langsung oleh Menhan Sjafrie sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan yang bertujuan memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Belarus.
Pemerintah Indonesia menilai kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat persahabatan kedua negara sekaligus memperluas kerja sama strategis yang didasarkan pada prinsip saling menghormati, saling menguntungkan, serta penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing negara.
Kunjungan Presiden Lukashenko juga merupakan kunjungan balasan atas lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Belarus pada 15 Juli 2025. Saat itu, Presiden Prabowo diterima langsung oleh Presiden Lukashenko di kediaman pribadinya di Ozyorny.
Selama berada di Indonesia, Presiden Alexander Lukashenko dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.
Pertemuan kedua kepala negara tersebut diharapkan menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, termasuk peluncuran Road Map for Bilateral Cooperation 2026–2030 yang akan menjadi pedoman penguatan hubungan kedua negara dalam berbagai sektor.
Kerja sama yang akan dikembangkan mencakup bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pertanian, ketahanan pangan, ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, hingga kebudayaan.
Dari sisi ekonomi, Belarus merupakan salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Eurasia serta anggota utama Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU).
Posisi tersebut dinilai strategis setelah Indonesia menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan EAEU pada Desember 2025, sehingga membuka peluang peningkatan ekspor, investasi, dan perdagangan kedua negara.
Nilai perdagangan Indonesia dan Belarus sepanjang 2025 tercatat mencapai sekitar USD221,3 juta, meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemerintah berharap tren positif tersebut terus berlanjut melalui peningkatan kerja sama antarpemerintah maupun pelaku usaha kedua negara.
Selain agenda kenegaraan, kunjungan Presiden Lukashenko juga diharapkan memperkuat hubungan bisnis melalui forum ekonomi yang mempertemukan investor dan pelaku usaha Indonesia dengan Belarus.
Sebelumnya, persiapan kunjungan ini telah dibahas dalam pertemuan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dengan Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenko di Jakarta.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa kunjungan Presiden Belarus menjadi simbol semakin eratnya hubungan diplomatik kedua negara serta komitmen bersama untuk membangun kemitraan strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia dan Belarus di masa mendatang.
