Sekjen Kemhan Tinjau Program Pembekalan Bela Negara SPPI, Fokus pada Karakter dan Kepemimpinan Tanpa Latihan Menembak

0
IMG-20260703-WA0085

SIDOARJO – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan), Letjen TNI Tri Budi Utomo, meninjau pelaksanaan Program Pembekalan Bela Negara Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Tahun 2026 di Pusat Latihan Pendidikan Dasar Militer (Puslatdiksarmil) Kodiklatal, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (2/7/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pembekalan berlangsung secara aman, sehat, profesional, dan sesuai standar, dengan mengutamakan keselamatan peserta serta kualitas proses pendidikan.

Dalam peninjauan itu, Sekjen Kemhan menerima paparan dari Komandan Satuan Pendidikan mengenai perkembangan pelaksanaan program, kondisi kesehatan peserta, kesiapan tenaga medis, dukungan logistik, hingga berbagai langkah mitigasi yang diterapkan selama kegiatan berlangsung.

Program SPPI tahun ini menjadi perhatian karena telah mengalami perubahan mendasar setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan latihan dasar kemiliteran (Latsarmil) sebelumnya.

Melalui evaluasi tersebut, Kementerian Pertahanan mengubah konsep pelatihan dari Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) menjadi Program Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.

Perubahan dilakukan agar materi pembelajaran lebih sesuai dengan kebutuhan peserta yang berasal dari kalangan sipil dan dipersiapkan menjadi penggerak pembangunan melalui pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) maupun Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Dalam skema baru tersebut, berbagai materi teknis militer, termasuk latihan menembak, tidak lagi menjadi bagian dari program.

Fokus utama pembekalan diarahkan pada pembentukan karakter, integritas, kepemimpinan, kedisiplinan, kemampuan manajerial, semangat kebersamaan, serta penguatan nilai-nilai bela negara.

Dalam arahannya kepada peserta, Letjen TNI Tri Budi Utomo mengajak seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pendidikan dengan disiplin, penuh semangat, dan tetap menjaga kondisi kesehatan selama menjalani pembekalan.

Menurutnya, tujuan utama program bukan sekadar meningkatkan ketahanan fisik, melainkan membentuk sumber daya manusia yang memiliki jiwa kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, dan kemampuan mengelola pembangunan di tengah masyarakat.

Usai memberikan arahan, Sekjen Kemhan meninjau sejumlah fasilitas pendukung pendidikan, mulai dari barak peserta, ruang kelas, dapur umum, pos kesehatan, hingga fasilitas sanitasi.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana memenuhi standar kelayakan sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman.

Sekjen juga berdialog langsung dengan peserta maupun tenaga pelatih guna menyerap berbagai masukan terkait pelaksanaan program.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya penguatan pengawasan kesehatan, penerapan buddy system, pemenuhan kebutuhan hidrasi, pengaturan waktu istirahat yang memadai, serta penyesuaian intensitas aktivitas fisik sesuai kondisi masing-masing peserta.

Kementerian Pertahanan menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap penyelenggaraan Program Pembekalan Bela Negara SPPI agar berlangsung secara profesional, humanis, adaptif, dan mengedepankan keselamatan peserta.

Melalui pendekatan baru tersebut, pemerintah berharap Program SPPI mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, memiliki kemampuan kepemimpinan dan manajerial yang kuat, serta siap menjadi motor penggerak pembangunan nasional.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *