Indonesia Perkuat Kerja Sama Investasi Internasional, Jepang hingga China Tingkatkan Komitmen Tanam Modal

0
IMG-20260715-WA0017

JAKARTA – Indonesia terus memperkuat kerja sama internasional di bidang investasi sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing di tengah dinamika ekonomi global. Berbagai kesepakatan strategis dengan sejumlah negara mitra menunjukkan tingginya kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Pemerintah terus mengembangkan kerja sama investasi melalui proses negosiasi, ratifikasi, hingga implementasi berbagai perjanjian internasional yang bertujuan memberikan kepastian hukum, memperbaiki iklim usaha, dan memperluas peluang investasi di berbagai sektor strategis.

Salah satu capaian terbesar tercatat dalam Forum Bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo pada Maret 2026. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyaksikan pengumuman sepuluh nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama antara pelaku usaha Indonesia dan Jepang dengan nilai mencapai 23,63 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp401,7 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menegaskan bahwa investor Jepang tetap menaruh kepercayaan besar terhadap Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang. Komitmen tersebut menjadi sinyal positif bagi penguatan hubungan ekonomi kedua negara.

Kerja sama Indonesia–Jepang mencakup berbagai sektor prioritas, mulai dari pengembangan Lapangan Gas Abadi Blok Masela, pembangunan ekosistem industri semikonduktor, pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi Rajabasa, hingga investasi di bidang kesehatan.

Perusahaan biofarmasi asal Jepang, Takeda, juga mengumumkan investasi sekitar 30 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp539 miliar untuk membangun jaringan bank plasma di Indonesia yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Selain Jepang, Indonesia memperkuat hubungan ekonomi dengan Jerman melalui percepatan ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menyatakan dukungannya terhadap percepatan ratifikasi perjanjian tersebut karena dinilai akan membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas antara Indonesia dan Uni Eropa.

Pemerintah menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA dapat diselesaikan pada semester kedua 2026 sehingga implementasinya dapat dimulai pada 2027. Perjanjian ini diharapkan meningkatkan akses pasar sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di kawasan Eropa.

Kerja sama investasi juga berkembang di sektor peternakan melalui kemitraan Indonesia dengan Denmark. Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) senilai sekitar Rp20 miliar diwujudkan melalui pengembangan peternakan modern di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, dengan menghadirkan ratusan bibit babi unggul dari Denmark.

Sementara itu, hubungan ekonomi Indonesia dengan Tiongkok terus diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Qavah Group dan Xinhua News Agency. Kerja sama tersebut bertujuan memfasilitasi masuknya investor Tiongkok ke berbagai sektor strategis di Indonesia sekaligus meningkatkan arus investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI).

Pemerintah menilai penguatan kerja sama investasi dengan berbagai negara mitra menjadi bagian penting dalam mendukung agenda transformasi ekonomi nasional, termasuk hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, transisi energi, penguatan sektor kesehatan, serta pengembangan teknologi berkelanjutan.

Ke depan, pemerintah optimistis berbagai kerja sama internasional yang telah terjalin akan meningkatkan daya saing Indonesia sebagai destinasi investasi global. Dengan dukungan regulasi yang semakin kondusif dan stabilitas ekonomi yang terjaga, investasi berkualitas diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan transfer teknologi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *