Presiden Prabowo Lantik Kepala BGN dan Pimpinan Universitas Republik Indonesia, Menhan Sjafrie Hadiri Prosesi di Istana

0
IMG-20260723-WA0023

JAKARTA — Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri pelantikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) serta Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam memperkuat dua agenda strategis pembangunan nasional, yakni peningkatan kualitas gizi masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia unggul melalui pendidikan serta pembinaan kepemimpinan.

Presiden Prabowo melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78/P Tahun 2026.

Sudaryono sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian dan memiliki pengalaman dalam sektor pangan serta tata kelola pertanian. Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan koordinasi antara sektor pangan dan agenda peningkatan gizi masyarakat.

Selain itu, Presiden juga melantik Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan (URI/BPPK), serta Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 80/P Tahun 2026.

Donny sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan. Pengalaman di bidang pemerintahan dan pertahanan menjadi bagian dari latar belakang yang dibawa dalam menjalankan tugas memimpin institusi pendidikan yang baru dibentuk tersebut.

Pelantikan Berlangsung Khidmat

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat melalui pengucapan sumpah jabatan dan penandatanganan berita acara. Momen tersebut menandai dimulainya amanah baru bagi para pejabat yang dilantik untuk menjalankan tugas dengan integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab.

Sejumlah pejabat tinggi negara turut menghadiri prosesi tersebut, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, serta Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Kehadiran para pejabat negara tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap agenda strategis yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Sudaryono Diharapkan Perkuat Program Gizi Nasional

Pelantikan Sudaryono sebagai Kepala BGN menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelaksanaan kebijakan gizi nasional.

Pengalaman Sudaryono di sektor pertanian diharapkan dapat mendukung sinergi antara produksi pangan dalam negeri dan kebutuhan pemenuhan gizi masyarakat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menyampaikan sejumlah capaian sektor pertanian yang menurutnya tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak dalam mengawal percepatan tanam, optimalisasi lahan, pencetakan sawah, modernisasi mekanisasi pertanian, hingga penguatan hilirisasi komoditas.

Penguatan sektor pangan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang membutuhkan ketersediaan bahan pangan berkualitas dan berkelanjutan.

Sinergi antara sektor pertanian, ketahanan pangan, dan kebijakan gizi diharapkan dapat memperkuat rantai pasok pangan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

URI Disiapkan untuk Pengembangan Kepemimpinan

Sementara itu, pembentukan Universitas Republik Indonesia menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan dan pengembangan kepemimpinan nasional.

URI diarahkan untuk menjadi salah satu institusi yang mendukung pengembangan sumber daya manusia serta menyiapkan calon pemimpin yang memiliki kompetensi, integritas, dan wawasan kebangsaan.

Pengembangan ekosistem pendidikan tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan berbagai program pendidikan unggulan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan serta sektor strategis lainnya.

Dengan kepemimpinan Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur URI dan Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur, institusi tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi pusat pengembangan kepemimpinan yang menghasilkan sumber daya manusia berkualitas.

Kualitas intelektual, integritas, karakter, dan komitmen terhadap kepentingan bangsa menjadi aspek penting yang diharapkan dapat menjadi fondasi dalam proses pendidikan dan pengembangan kepemimpinan.

Dua Pilar Strategis Pembangunan Nasional

Pelantikan pimpinan BGN dan URI menandai langkah pemerintah dalam memperkuat dua sektor strategis, yaitu pembangunan kualitas manusia melalui pemenuhan gizi dan pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan.

Keberhasilan kedua agenda tersebut akan sangat bergantung pada kualitas tata kelola, koordinasi lintas sektor, serta kemampuan masing-masing lembaga menerjemahkan kebijakan pemerintah menjadi program yang memberikan dampak nyata.

BGN diharapkan mampu memperkuat upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat, sementara URI diharapkan dapat berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia dan pemimpin yang kompeten serta berintegritas.

Dengan kepemimpinan baru, kedua institusi tersebut diharapkan dapat menjalankan mandat secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pada akhirnya, penguatan gizi dan pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia. Keberhasilan kedua agenda tersebut akan menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan pembangunan nasional di masa depan.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *