Menjalani Sunnah Rasulullah: Jalan Keselamatan yang Ditekankan Al-Qur’an dan Hadis
Oleh: Rizkan Al Mubarrok
RAKYAT CERDAS – Dalam kehidupan seorang Muslim, tidak ada teladan yang lebih agung selain Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Beliau bukan hanya pembawa wahyu, tetapi juga contoh nyata bagaimana Al-Qur’an diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah banyaknya perbedaan pandangan dan kelompok dalam umat Islam, muncul pertanyaan yang sering dibahas para ulama selama berabad-abad: siapakah golongan yang selamat sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam?
Salah satu hadis yang terkenal menyebutkan:
“Umat Yahudi terpecah menjadi 71 golongan, umat Nasrani terpecah menjadi 72 golongan, dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka kecuali satu.”
Ketika ditanya siapa golongan tersebut, dalam salah satu riwayat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab:
“Mereka adalah orang-orang yang berada di atas jalanku dan jalan para sahabatku.”
(HR. Tirmidzi)
Hadis ini menjadi landasan penting bagi banyak ulama bahwa keselamatan tidak diukur dari nama kelompok, organisasi, suku, bangsa, atau kedudukan seseorang, melainkan sejauh mana ia mengikuti dan mengamalkan ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam serta para sahabatnya.
Bukti Cinta adalah Mengikuti Rasulullah
Al-Qur’an memberikan ukuran yang sangat jelas tentang cinta kepada Allah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.”
(QS. Ali Imran: 31)
Ayat ini menunjukkan bahwa cinta kepada Allah tidak cukup hanya dengan pengakuan lisan. Cinta harus dibuktikan dengan mengikuti Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Karena itu, banyak ulama menjelaskan bahwa salah satu ciri orang yang berada di jalan keselamatan adalah mereka yang berusaha menghidupkan sunnah Nabi dalam akidah, ibadah, akhlak, dan kehidupan sehari-hari.
Rasulullah Menunggu Umatnya di Telaga
Dalam hadis-hadis sahih disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam akan menunggu umatnya di telaga Al-Haudh pada hari kiamat.
Beliau bersabda:
“Aku akan mendahului kalian menuju telaga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Namun terdapat pula hadis yang menjelaskan bahwa sebagian orang akan dihalangi dari telaga tersebut.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Sesungguhnya ada beberapa orang dari umatku yang akan dihalangi dari telagaku.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Para ulama menjelaskan bahwa hadis ini menjadi peringatan agar umat Islam tetap berpegang teguh kepada ajaran yang dibawa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan tidak menyimpang dari petunjuk beliau.
Sunnah Sebagai Jalan Kehidupan
Sunnah bukan hanya perkara ibadah ritual semata.
Sunnah mencakup kejujuran dalam berdagang, amanah dalam memegang jabatan, kasih sayang terhadap sesama, penghormatan kepada orang tua, keadilan dalam memimpin, serta akhlak mulia dalam seluruh aspek kehidupan.
Karena itu, mencintai sunnah berarti menjadikan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai teladan utama dalam kehidupan.
Allah berfirman:
“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.”
(QS. Al-Ahzab: 21)
Kesimpulan
Dari ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis sahih tersebut, banyak ulama memahami bahwa jalan keselamatan terletak pada berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan pemahaman yang benar.
Bukan sekadar mengaku cinta kepada Rasulullah, tetapi membuktikannya dengan mengikuti ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, siapa yang akan masuk surga dan bagaimana hisabnya adalah hak Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata. Tugas seorang Muslim adalah terus belajar, memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, serta berusaha mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah hingga akhir hayat.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mencintai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, menghidupkan sunnahnya, dan mendapatkan syafaat beliau pada hari kiamat. Aamiin.
