Menhan Jepang Safari ke Eropa, Perkuat Kerja Sama Program Pesawat Tempur Generasi Keenam GCAP

0
IMG-20260723-WA0032

TOKYO — Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi melakukan kunjungan ke Inggris, Prancis, dan Belgia pada 19–23 Juli 2026 untuk memperkuat kerja sama pertahanan sekaligus mendorong kemajuan Program Pertempuran Udara Global atau Global Combat Air Programme (GCAP).

Program tersebut merupakan proyek trilateral Jepang, Inggris, dan Italia untuk mengembangkan pesawat tempur generasi berikutnya yang ditargetkan mulai diperkenalkan pada 2035.

Dalam kunjungannya ke Inggris, Koizumi menghadiri Pameran Internasional Dirgantara Farnborough pada 20 Juli. Dalam ajang tersebut, model ukuran penuh terbaru pesawat tempur generasi berikutnya yang dikembangkan melalui program GCAP turut dipamerkan.

Koizumi juga mengunjungi sejumlah stan perusahaan Jepang dan mitra internasional yang terlibat dalam industri dirgantara dan pertahanan, termasuk Airbus.

Sehari kemudian, pada 21 Juli, Koizumi menggelar pertemuan trilateral dengan Menteri Pertahanan Inggris Dan Jarvis dan Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto.

Pertemuan tersebut membahas perkembangan terbaru program GCAP serta langkah memperkuat kerja sama antara ketiga negara dalam pengembangan pesawat tempur generasi keenam.

Ketiga menteri menyambut sejumlah pencapaian penting, termasuk penandatanganan kontrak internasional antara GCAP International Government Organisation (GIGO) dan perusahaan patungan Edgewing pada April dan Juli 2026.

Mereka juga membahas perkembangan keterlibatan Kanada sebagai negara pengamat. Kanada secara resmi diumumkan sebagai pengamat GCAP pada 21 Juli.

Ketiga negara menegaskan komitmen untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama seiring program GCAP memasuki tahap baru dalam pengembangan teknologi dan sistem tempur udara masa depan.

Selain Inggris dan Italia, agenda kunjungan Koizumi juga mencakup Prancis dan Belgia.

Pada 22 Juli, Koizumi mengadakan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Prancis Catherine Vautrin. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Jepang memperluas komunikasi pertahanan dengan negara-negara Eropa di tengah perubahan lingkungan keamanan global.

Di Belgia, Koizumi bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte untuk membahas penguatan kerja sama keamanan antara Jepang dan NATO.

Dalam pertemuan tersebut, Koizumi juga menyoroti pentingnya diskusi terbuka mengenai isu nuklir. Namun, ia menegaskan bahwa Jepang tetap mempertahankan tiga prinsip non-nuklir sebagai bagian dari kebijakan pertahanannya.

GCAP sendiri merupakan salah satu proyek pertahanan paling ambisius yang melibatkan Jepang dan dua negara Eropa.

Pesawat tempur generasi baru tersebut dirancang untuk menggantikan armada Mitsubishi F-2 milik Jepang serta pesawat tempur utama yang saat ini digunakan oleh Inggris dan Italia.

Jepang menargetkan pesawat GCAP pertama dapat diperkenalkan pada 2035. Program tersebut melibatkan sejumlah perusahaan pertahanan dan dirgantara utama, termasuk Mitsubishi Heavy Industries dari Jepang, BAE Systems dari Inggris, dan Leonardo dari Italia.

Kontrak yang diberikan kepada Edgewing disebut mencapai 4,6 miliar poundsterling atau sekitar 6,1 miliar dolar AS untuk melanjutkan program ke tahap desain dan pengujian.

Program GCAP juga telah mencatat sejumlah perkembangan teknologi. Lebih dari 100 uji coba komponen subsistem propulsi telah dilakukan melalui kolaborasi Rolls-Royce, IHI Corporation, dan Avio Aero.

Pesawat tempur generasi berikutnya tersebut diproyeksikan tidak hanya mengandalkan kemampuan pesawat secara mandiri. Sistem GCAP dirancang sebagai bagian dari ekosistem tempur udara yang terhubung dengan satelit dan kendaraan nirawak, dengan teknologi kecerdasan buatan berperan penting dalam pengolahan dan analisis data.

Konsep tersebut mencerminkan perubahan besar dalam peperangan udara modern, ketika kekuatan tempur tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan satu pesawat, tetapi juga oleh kemampuan mengintegrasikan berbagai platform dalam satu jaringan operasi.

Jumlah pasti pesawat GCAP yang akan diproduksi hingga kini belum diumumkan. Namun, Jepang, Inggris, dan Italia berencana menggantikan sekitar 300 pesawat tempur yang saat ini menjadi bagian dari armada masing-masing negara.

Masa depan GCAP juga semakin mendapat perhatian setelah proyek pesawat tempur gabungan yang melibatkan Jerman, Prancis, dan Spanyol dilaporkan dihentikan pada Juni 2026.

Dengan perkembangan tersebut, GCAP berpotensi menjadi salah satu program pengembangan pesawat tempur generasi keenam paling strategis di dunia.

Kunjungan Koizumi ke Eropa sekaligus memperlihatkan semakin eratnya hubungan pertahanan Jepang dengan negara-negara Eropa dan NATO.

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan perubahan cepat teknologi militer, Jepang berupaya memastikan bahwa kerja sama pertahanan lintas negara dapat menghasilkan kemampuan strategis yang mampu menghadapi tantangan keamanan masa depan.

Program GCAP kini tidak hanya menjadi proyek pengembangan pesawat tempur baru, tetapi juga menjadi simbol kerja sama industri pertahanan antara Jepang, Inggris, dan Italia dalam membangun teknologi udara generasi berikutnya.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *