Pariwisata Indonesia Tetap Tumbuh, Kunjungan Wisman Capai 7,45 Juta pada Semester I 2026
JAKARTA – Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan kinerja yang tetap positif sepanjang Semester I 2026 di tengah berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik global. Peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) maupun perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) menjadi indikator bahwa industri pariwisata nasional terus bergerak menuju pemulihan dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Berdasarkan data Semester I 2026, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 7,45 juta kunjungan atau meningkat 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut mencerminkan tingginya minat wisatawan asing terhadap berbagai destinasi unggulan di Indonesia.
Selain kunjungan wisatawan mancanegara, pergerakan wisatawan nusantara juga mengalami pertumbuhan. Selama Januari hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 630,41 juta perjalanan wisatawan nusantara atau meningkat 2,71 persen secara tahunan. Angka tersebut menunjukkan aktivitas pariwisata domestik tetap menjadi penggerak utama perekonomian daerah.
Peningkatan kunjungan wisatawan asing didukung oleh semakin baiknya konektivitas transportasi udara, promosi pariwisata yang lebih luas, serta penyelenggaraan berbagai agenda internasional di sejumlah daerah. Upaya peningkatan kualitas destinasi wisata dan pelayanan kepada wisatawan juga menjadi faktor pendukung meningkatnya daya saing pariwisata Indonesia.
Sementara itu, pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara dipengaruhi oleh meningkatnya mobilitas masyarakat, pembangunan infrastruktur yang semakin merata, serta tingginya minat masyarakat untuk menikmati destinasi wisata alam, budaya, maupun wisata buatan di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintah optimistis tren positif tersebut akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026. Berbagai program pengembangan destinasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata, serta promosi berbasis digital terus diperkuat untuk mendukung pencapaian target kunjungan wisatawan sepanjang tahun.
Sektor pariwisata juga diharapkan terus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan devisa, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri, pemerintah daerah, hingga masyarakat, untuk bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, dan kualitas destinasi wisata agar daya saing pariwisata Indonesia semakin meningkat di tingkat global.
