Paul Scholes Kenang Malam Sulit Melawan Kaká di Liga Champions 2006-07, Sir Alex Ferguson Sudah Beri Peringatan Keras
Manchester — Legenda Manchester United Paul Scholes kembali mengenang salah satu malam paling sulit dalam kariernya di ajang UEFA Champions League musim 2006-2007, ketika menghadapi kekuatan AC Milan yang diperkuat bintang-bintang kelas dunia.
Dalam kisah yang kembali mencuat ke publik, Scholes menyebut laga di Old Trafford tersebut sebagai pertandingan yang meninggalkan kesan mendalam, terutama karena dominasi seorang pemain muda bernomor punggung 22 yang saat itu menjadi pusat permainan Milan.
Beberapa hari sebelum pertandingan, manajer Manchester United kala itu, Sir Alex Ferguson, telah memberikan peringatan tegas kepada timnya bahwa kunci pertandingan terletak pada kemampuan mereka meredam pergerakan pemain tersebut.
AC Milan saat itu diperkuat deretan bintang dunia seperti Alessandro Nesta, Paolo Maldini, Clarence Seedorf, Andrea Pirlo, hingga Filippo Inzaghi. Namun sorotan utama tertuju pada Ricardo Izecson dos Santos Leite atau Kaká, yang menjadi motor serangan dan pengendali tempo permainan.
“Di malam pertandingan itu, rasanya seperti menghadapi sosok yang bermain di level berbeda. Sepanjang laga, kami hanya memikirkan bagaimana membatasi pergerakannya,” ungkap Scholes dalam refleksinya.
Ia menambahkan bahwa tidak banyak pemain yang mampu meninggalkan kesan sedalam itu di Old Trafford, namun malam tersebut menjadi pengecualian ketika Kaká tampil dominan sepanjang 90 menit pertandingan.
Penampilan impresif Kaká pada laga tersebut semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu gelandang serang terbaik dunia pada masanya di kancah sepak bola Eropa.
