Pengawasan BBM Subsidi di Jambi Diperketat, Kendaraan Berpelat Ganda dan QR Code Tak Sesuai Jadi Sorotan
JAMBI — Pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Kota Jambi diperketat. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama aparat penegak hukum melakukan inspeksi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada 19–20 Juli 2026.
Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran Biosolar bersubsidi tepat sasaran sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan BBM subsidi yang dapat merugikan masyarakat dan negara.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan melakukan pemeriksaan transaksi melalui QR Code Program Subsidi Tepat. Petugas juga mencocokkan nomor polisi kendaraan dengan data yang terdaftar dalam sistem serta melakukan pemeriksaan kualitas dan tera BBM untuk memastikan takaran dan kualitas bahan bakar sesuai dengan ketentuan.
Dari hasil pemeriksaan di lima SPBU, tim menemukan sejumlah kendaraan yang terindikasi tidak sesuai dengan ketentuan penyaluran BBM subsidi.
Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah adanya kendaraan yang menggunakan lebih dari satu nomor polisi atau pelat ganda. Selain itu, ditemukan pula QR Code yang tidak sesuai dengan identitas kendaraan yang melakukan transaksi.
Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena ketidaksesuaian antara identitas kendaraan dan data QR Code berpotensi membuka celah penyalahgunaan BBM subsidi. Namun, dugaan pelanggaran tersebut masih harus melalui proses pendalaman dan verifikasi lebih lanjut oleh tim terkait.
Apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran terhadap ketentuan Program Subsidi Tepat, QR Code yang bersangkutan dapat dikenai pemblokiran sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan agar BBM subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Sistem digital melalui QR Code diharapkan dapat membantu memastikan transaksi tercatat dan dapat ditelusuri.
Di sisi lain, Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM di SPBU yang menjadi lokasi pemeriksaan tetap aman dan mencukupi. Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM sebagai dampak dari kegiatan pengawasan tersebut.
Masyarakat juga diingatkan untuk menggunakan BBM subsidi sesuai dengan peruntukannya dan mematuhi ketentuan yang berlaku. Penggunaan identitas kendaraan atau QR Code yang tidak sesuai dapat berpotensi menimbulkan persoalan dalam proses penyaluran subsidi.
Pengawasan secara berkala dinilai penting untuk menjaga agar subsidi energi yang diberikan pemerintah tidak disalahgunakan. Selain pengawasan oleh Pertamina dan aparat penegak hukum, partisipasi masyarakat juga dibutuhkan untuk membantu mengawasi penyaluran BBM subsidi di lapangan.
Jika menemukan indikasi penyalahgunaan, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui kanal pengaduan resmi yang tersedia agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama aparat penegak hukum berkomitmen melanjutkan pengawasan penyaluran BBM subsidi secara berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempersempit ruang penyalahgunaan sekaligus memastikan subsidi energi tepat sasaran.
Dengan pengawasan yang konsisten, penggunaan sistem digital, serta penindakan terhadap pelanggaran yang terbukti, penyaluran BBM subsidi diharapkan semakin transparan, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang memang berhak menerima.
