Prabowo Soroti Ketimpangan Bunga Kredit: “Orang Kaya 9 Persen, Rakyat Kecil 24 Persen, Ini Tidak Adil”
RAKYAT CERDAS — Presiden Prabowo Subianto menyoroti ketimpangan bunga kredit yang dinilai masih membebani rakyat kecil, khususnya nasabah program PNM Mekaar.
Dalam arahannya di hadapan jajaran pemerintah dan sektor ekonomi, Prabowo mengaku heran karena masyarakat prasejahtera justru dikenakan bunga kredit lebih tinggi dibanding kalangan pengusaha besar yang memiliki akses pembiayaan lebih mudah.
“Bayangkan, orang kaya dikasih 9 persen, orang miskin 24 persen. Ini negara Pancasila, saya enggak paham!” tegas Prabowo dalam pidatonya.
Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian publik karena dinilai menyentuh persoalan mendasar dalam sistem pembiayaan nasional, yakni ketimpangan akses modal bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha ultra mikro.
Presiden kemudian menginstruksikan kementerian ekonomi serta lembaga terkait untuk mengevaluasi dan memangkas bunga kredit PNM Mekaar hingga berada di bawah 9 persen. Menurut Prabowo, negara harus hadir untuk memastikan kebijakan ekonomi benar-benar berpihak kepada rakyat kecil, bukan hanya menguntungkan kelompok bermodal besar.
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat prinsip keadilan sosial sebagaimana amanat Pancasila, sekaligus mendorong pemerataan ekonomi nasional melalui dukungan terhadap pelaku usaha kecil dan ultra mikro.
Program PNM Mekaar selama ini dikenal sebagai salah satu program pembiayaan ultra mikro terbesar di Indonesia yang menyasar perempuan prasejahtera produktif, khususnya ibu rumah tangga pelaku usaha kecil di berbagai daerah.
Pengamat ekonomi menilai instruksi Presiden dapat menjadi momentum penting untuk memperbaiki sistem pembiayaan ultra mikro nasional agar lebih inklusif dan berkeadilan. Tingginya bunga pinjaman selama ini kerap menjadi hambatan bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang secara sehat dan berkelanjutan.
Jika kebijakan penurunan bunga tersebut terealisasi, jutaan nasabah ultra mikro diperkirakan akan memperoleh ruang usaha yang lebih longgar, meningkatkan daya tahan ekonomi keluarga, serta memperkuat sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Pernyataan Presiden Prabowo juga dinilai mempertegas arah kebijakan pemerintah yang ingin membangun sistem ekonomi nasional berbasis keberpihakan kepada rakyat kecil, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis.
