Rizkan Al Mubarok : Saya Rasa Rakyat Tidak Butuh Tontonan Penghargaan Pejabat, Rakyat Butuh Keadilan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem
Rakyat tidak butuh tontonan penghargaan pejabat. Terlebih ketika apa yang dipuji sejatinya adalah kewajiban jabatan yang telah dibayar mahal oleh rakyat melalui pajak, pengorbanan sosial, dan kesabaran panjang.
Penghargaan tidak menghapus penderitaan. Gelar tidak menurunkan harga pangan. Pangkat tidak menyelesaikan antrean keadilan di pengadilan dan kantor-kantor penegak hukum.
Yang dibutuhkan rakyat bukan seremoni, melainkan keadilan yang nyata. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan keadilan yang hanya hadir bagi mereka yang memiliki kuasa, uang, dan akses. Keadilan yang tidak hanya tajam ke bawah, tetapi juga berani menatap ke atas tanpa gentar.
Di tengah negara yang kaya raya, kemiskinan ekstrem adalah ironi yang tidak bisa lagi ditoleransi. Ketika sumber daya alam melimpah, tetapi jutaan rakyat masih hidup dalam keterbatasan paling dasar, maka persoalannya bukan kekurangan kekayaan, melainkan kegagalan negara mengelola keadilan distribusi dan keberpihakan kebijakan.
Negara tidak kekurangan prestasi simbolik. Negara kekurangan keberanian moral. Keberanian untuk memastikan bahwa hukum melindungi yang lemah, bahwa kekayaan nasional benar-benar kembali kepada rakyat, dan bahwa jabatan publik dijalankan sebagai amanah, bukan panggung penghargaan.
Rakyat tidak menuntut pejabat dipuja. Rakyat menuntut haknya dipenuhi. Hak atas keadilan, hak atas kehidupan yang layak, dan hak untuk keluar dari jerat kemiskinan ekstrem di negeri yang seharusnya mampu menjamin kesejahteraan warganya.
Selama keadilan masih menjadi barang mewah dan kemiskinan ekstrem dibiarkan hidup di tengah kemegahan negara, maka setiap penghargaan hanya akan terdengar seperti tepuk tangan kosong di hadapan penderitaan rakyat.
Salam Perjuangan Rakyat
Rakyat Cerdas, Rakyat Berdaulat
