Dua Topan Mekkhala dan Higos Ancam Jepang, Evakuasi Massal Dilakukan, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

0
IMG-20260627-WA0086

TOKYO – Jepang menghadapi ancaman cuaca ekstrem setelah dua badai tropis, Mekkhala dan Higos, diperkirakan melanda wilayah negara tersebut secara hampir bersamaan pada akhir pekan. Badan Meteorologi Jepang (JMA) telah mengeluarkan peringatan darurat menyusul hujan lebat yang mengguyur berbagai wilayah sejak beberapa hari terakhir, memicu evakuasi massal, pembatalan penerbangan, hingga penghentian aktivitas industri.

Badai Tropis Mekkhala yang sebelumnya berkategori topan bergerak mendekati wilayah Amami di Prefektur Kagoshima dan diperkirakan melanjutkan pergerakan menuju wilayah Kanto. Pada saat yang sama, Badai Tropis Higos juga diproyeksikan mendekati Jepang bagian timur dengan potensi mendarat dalam waktu yang hampir bersamaan.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran akan terjadinya Efek Fujiwhara, yaitu fenomena atmosfer ketika dua siklon tropis saling berinteraksi dan berputar mengelilingi satu sama lain. Fenomena langka ini dapat membuat arah pergerakan maupun intensitas badai menjadi lebih sulit diprediksi, sehingga meningkatkan risiko cuaca ekstrem di berbagai wilayah Jepang.

Pemerintah Jepang bergerak cepat dengan mengeluarkan perintah evakuasi kepada lebih dari dua juta warga yang tersebar di 13 prefektur, terutama di wilayah Kinki dan Kyushu. Di Kota Seika, Prefektur Kyoto, status peringatan darurat Level 5 diberlakukan setelah terjadi tanah longsor yang mengancam permukiman warga.

Data Badan Meteorologi Jepang menunjukkan curah hujan di Goto, Prefektur Nagasaki, telah mencapai sekitar 600 milimeter sejak Selasa hingga Jumat pagi. Sementara itu, wilayah Aso di Prefektur Kumamoto dan Ureshino di Prefektur Saga juga mencatat curah hujan lebih dari 500 milimeter.

Akibat hujan deras, puluhan rumah di Prefektur Nara dan Hiroshima dilaporkan terendam banjir. Seorang warga mengalami luka setelah terjatuh ke saluran air di Nara. Rekaman televisi nasional NHK juga memperlihatkan sejumlah sungai di Kyoto dan Osaka meluap dengan arus deras yang membawa lumpur.

Dampak cuaca buruk turut melumpuhkan sektor transportasi udara. Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA) membatalkan sekitar 120 penerbangan yang melayani rute menuju dan dari Okinawa serta Kagoshima demi menjaga keselamatan penumpang.

Gangguan juga terjadi di sektor industri. Toyota menghentikan sementara operasional pabriknya di Kyushu akibat penutupan akses jalan, sementara Nissan turut menghentikan sebagian jalur produksinya. Militer Jepang juga membatalkan penerbangan perdana pesawat angkut V-22 Osprey menuju Pulau Miyako dalam rangka latihan gabungan dengan Amerika Serikat.

Sebelum bergerak menuju Jepang, Topan Mekkhala lebih dahulu menerjang Taiwan dan menyebabkan banjir serta tanah longsor. Sedikitnya dua orang dilaporkan meninggal dunia, lebih dari 1.600 warga dievakuasi, sementara sekolah dan perkantoran di sejumlah wilayah ditutup akibat cuaca ekstrem.

Pihak berwenang Jepang mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca, mengikuti arahan evakuasi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang. Ancaman gabungan dua badai tropis ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan sehingga kesiapsiagaan seluruh masyarakat menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian material.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *