Gempa Yamanashi 5,6 SR Guncang Jepang, Getaran Terasa hingga Tokyo, Shinkansen Sempat Berhenti

0
IMG-20260627-WA0085

TOKYO – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang Prefektur Yamanashi, Jepang bagian tengah, pada Jumat (26/6/2026) pukul 22.29 waktu setempat. Guncangan kuat dirasakan hingga Tokyo dan sejumlah wilayah sekitarnya, sementara layanan kereta cepat Shinkansen sempat dihentikan sebagai langkah pengamanan.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan pusat gempa berada di wilayah Fujikawaguchiko, Prefektur Yamanashi, dengan kedalaman sekitar 20 kilometer. Intensitas gempa mencapai Shindo Lower 6 di Fujikawaguchiko, atau level ketiga tertinggi dalam skala intensitas gempa Jepang yang memiliki rentang hingga level 7.

Selain Yamanashi, getaran juga dirasakan di Prefektur Kanagawa, Shizuoka, hingga kawasan metropolitan Tokyo. Pada tingkat intensitas tersebut, masyarakat umumnya mengalami kesulitan untuk berdiri, sementara perabot rumah tangga dapat bergeser, benda-benda berjatuhan, dan kaca jendela berpotensi pecah.

Meski guncangan cukup kuat, JMA menegaskan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami sehingga masyarakat tidak perlu melakukan evakuasi ke wilayah yang lebih tinggi.

Shinkansen Sempat Dihentikan

Dampak gempa turut dirasakan pada sektor transportasi. Operator JR Central menghentikan sementara operasional Tokaido Shinkansen di jalur Tokyo–Shizuoka guna memastikan keamanan lintasan.

Sistem deteksi dini gempa juga secara otomatis menghentikan perjalanan Tohoku Shinkansen, Joetsu Shinkansen, dan Hokuriku Shinkansen sebagai bagian dari prosedur keselamatan.

Setelah dilakukan inspeksi menyeluruh terhadap jalur rel dan infrastruktur pendukung, seluruh layanan kereta cepat kembali beroperasi normal sekitar 15 menit kemudian.

Tidak Ada Korban maupun Gangguan PLTN

Perusahaan Chubu Electric Power memastikan tidak ditemukan gangguan pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Hamaoka setelah dilakukan pemeriksaan pascagempa.

Hingga laporan terakhir, pemerintah Jepang juga belum menerima laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan besar akibat gempa tersebut.

Gempa terjadi di kawasan Danau Lima Gunung Fuji (Fuji Five Lakes), salah satu destinasi wisata paling terkenal di Jepang yang setiap tahun dikunjungi jutaan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Aktivitas Seismik Masih Tinggi

Gempa Yamanashi menjadi gempa berkekuatan di atas magnitudo 5 kedua yang mengguncang kawasan dekat Tokyo pada hari yang sama. Sebelumnya, gempa magnitudo 5,8 juga terjadi di Prefektur Chiba.

Sehari sebelumnya, Jepang turut diguncang gempa berkekuatan magnitudo 6,9 di lepas pantai Prefektur Iwate, menunjukkan tingginya aktivitas seismik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Sebagai negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire), Jepang memang menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas gempa bumi tertinggi di dunia akibat pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif.

Peristiwa gempa Yamanashi kembali menunjukkan efektivitas sistem mitigasi bencana Jepang. Berkat teknologi peringatan dini, standar bangunan tahan gempa, serta prosedur keselamatan transportasi yang ketat, dampak gempa dapat diminimalkan meskipun getaran terasa hingga kawasan ibu kota Tokyo.

Pemerintah Jepang tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan serta terus mengikuti informasi resmi dari Badan Meteorologi Jepang.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *