AHY Ajak Asia Perkuat Ketahanan Kawasan, Tekankan Pembangunan Berkelanjutan di Tengah Gejolak Global

0
1779556139970

Rakyat Cerdas – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengajak negara-negara Asia memperkuat ketahanan kawasan melalui pembangunan berkelanjutan, kolaborasi strategis, serta kepemimpinan berorientasi jangka panjang di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
Pesan tersebut disampaikan AHY saat tampil sebagai keynote speaker pada pembukaan Ecosperity Week 2026 yang diselenggarakan oleh temasek.com.sg di Singapura, Senin (19/5/2026).

Dalam pidatonya, AHY menyoroti dunia saat ini yang menghadapi tekanan global semakin kompleks, mulai dari konflik geopolitik, fragmentasi rantai pasok, krisis energi, hingga dampak perubahan iklim yang semakin ekstrem.
Menurutnya, dinamika global saat ini menunjukkan bahwa stabilitas dunia tidak lagi dapat dipandang sebagai sesuatu yang permanen. Setiap gejolak di satu kawasan berpotensi menimbulkan efek domino yang meluas ke berbagai negara.

“Ketegangan di Selat Hormuz mengingatkan kita betapa rapuhnya sistem global saat ini, dan betapa cepat guncangan energi dapat melintasi batas negara,” ujar AHY di hadapan pimpinan Temasek, investor internasional, pelaku usaha, serta diplomat dari berbagai negara.
Meski demikian, AHY menyampaikan optimisme bahwa Asia masih memiliki peluang besar menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi dunia, asalkan negara-negara di kawasan mampu membangun ketahanan secara kolektif dan berkelanjutan.

Mengutip tema besar Ecosperity Week 2026, “Powered by Innovation, Driven with Intent”, AHY menekankan bahwa pertumbuhan yang kuat memerlukan arah kebijakan yang jelas, keberanian dalam mengambil keputusan, serta konsistensi jangka panjang.
“Pertumbuhan yang tangguh membutuhkan arah, keberanian, dan konsistensi,” katanya.

AHY juga menegaskan bahwa visi pemerintahan Prabowo Subianto terkait penguatan ketahanan pangan, energi, dan air menjadi fondasi penting pembangunan nasional saat ini.
Menurutnya, pembangunan berkelanjutan tidak boleh berhenti pada narasi global semata, melainkan harus terhubung langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
“Bagi Indonesia, sustainability bukan sekadar jargon global.

Ini tentang bagaimana masyarakat bisa hidup lebih aman, lebih sejahtera, dan lebih terlindungi,” ujarnya.
Dalam agenda tersebut, AHY turut didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman, Ronny Hutahayan, serta Staf Khusus Menteri Herzaky Mahendra Putra, Sigit Raditya, dan Merry Riana.

Analisis: Asia Berebut Menjadi Pusat Kekuatan Baru

Pernyataan AHY mencerminkan meningkatnya perhatian negara-negara Asia terhadap isu ketahanan kawasan di tengah perubahan peta geopolitik dunia. Konflik global, ketidakpastian energi, dan persaingan ekonomi internasional mendorong negara-negara berkembang memperkuat fondasi domestik sekaligus memperluas kerja sama regional.

Bagi Indonesia, pembangunan infrastruktur, ketahanan energi, dan keberlanjutan bukan lagi semata agenda ekonomi, melainkan bagian dari strategi geopolitik jangka panjang untuk memperkuat posisi negara di panggung internasional.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *