Dankodiklatau Tutup Sekkau A-118, Kapten Apriyanto Ismail Raih Predikat Siswa Terbaik
Rakyat Cerdas – Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Udara (Dankodiklatau), T.B.H. Age Wiraksono, resmi menutup Pendidikan Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) Angkatan ke-118 dan Sekkau Penyetaraan Angkatan ke-1 di Gedung Pramana Sala Sekkau, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Penutupan pendidikan tersebut menandai selesainya proses pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia TNI Angkatan Udara bagi para perwira yang dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan di lingkungan satuan masing-masing.
Sebanyak 111 perwira dinyatakan lulus dan resmi menyandang predikat alumni Sekkau. Jumlah tersebut terdiri atas 105 Perwira Siswa Sekkau Angkatan ke-118 dan enam Perwira Siswa Sekkau Penyetaraan Angkatan ke-1. Menariknya, pendidikan ini juga diikuti peserta lintas matra TNI serta satu perwira dari Malaysia, memperlihatkan semangat kolaborasi dan penguatan hubungan antarlembaga militer.
Pada pelaksanaan pendidikan tahun ini, Kapten Pnb Apriyanto Ismail, S.T.Han., mencatat prestasi membanggakan dengan meraih predikat siswa terbaik Sekkau A-118. Sementara penghargaan penulis taskap terbaik diraih Kapten Pnb Juliar Dwidya Firansyah, S.T.Han., melalui karya ilmiah berjudul “Optimalisasi Kemampuan Skadron Udara 12 Guna Mendukung Transisi Pesawat Rafale.”
Dalam sambutannya, Marsdya TNI Age Wiraksono menegaskan pendidikan Sekkau bukan sekadar proses akademik, tetapi wahana strategis untuk membentuk karakter kepemimpinan, meningkatkan kemampuan manajerial staf, serta memperkuat profesionalisme perwira TNI AU.
Menurutnya, tantangan pertahanan udara ke depan semakin kompleks dan dinamis. Karena itu, TNI AU membutuhkan perwira yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki daya adaptasi tinggi, integritas kuat, dan kemampuan mengambil keputusan strategis.
“Para alumni diharapkan menjadi perwira yang adaptif, berintegritas, dan mampu menjadi motor penggerak kemajuan TNI Angkatan Udara di satuan masing-masing,” tegasnya.
Pendidikan Sekkau sendiri menjadi salah satu tahapan penting dalam sistem pembinaan karier perwira TNI Angkatan Udara. Lulusan Sekkau diharapkan mampu menjawab tantangan modernisasi alutsista, transformasi organisasi, hingga dinamika pertahanan kawasan yang terus berkembang.
Prestasi Kapten Apriyanto Ismail dan karya ilmiah terkait penguatan kemampuan Skadron Udara 12 juga mencerminkan meningkatnya perhatian TNI AU terhadap kesiapan menghadapi era modernisasi alat utama sistem persenjataan, termasuk transisi penggunaan pesawat tempur generasi baru seperti Dassault Rafale.
Informasi lengkap dapat diakses melalui :
tni-au.mil.id
