Gempa Kembar Magnitudo 7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, PBB: Korban Diperkirakan Terus Bertambah, 50 Ribu Orang Masih Hilang
CARACAS – Venezuela menghadapi salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah modernnya setelah dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah utara negara itu pada Rabu (24/6/2026). Hingga Jumat (26/6/2026), jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 589 orang, sedikitnya 2.980 orang mengalami luka-luka, sementara lebih dari 50.000 orang masih dinyatakan hilang.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa diperkirakan masih akan terus meningkat seiring proses pencarian dan evakuasi yang masih berlangsung di berbagai wilayah terdampak.
Koordinator Bantuan Kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, menyebut operasi penyelamatan yang sedang berlangsung merupakan salah satu respons kemanusiaan paling kompleks dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami memiliki lebih dari 50.000 orang hilang, lebih dari 500 orang tewas. Ini merupakan operasi besar untuk menyisir reruntuhan,” ujar Fletcher.
Ia menegaskan bahwa jumlah korban meninggal kemungkinan akan meningkat secara signifikan mengingat masih banyak korban yang diduga tertimbun bangunan runtuh.
Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi di dekat San Felipe, Negara Bagian Yaracuy, disusul gempa kedua berkekuatan magnitudo 7,5 hanya berselang sekitar 39 detik dengan pusat gempa berada di sekitar Yumare. Kedua gempa dangkal tersebut menghasilkan guncangan sangat kuat yang merusak kawasan pesisir utara Venezuela.
Wilayah La Guaira, yang berbatasan langsung dengan ibu kota Caracas, menjadi daerah dengan kerusakan paling parah. Ratusan bangunan, termasuk apartemen bertingkat, hotel, rumah sakit, fasilitas publik, hingga infrastruktur vital dilaporkan roboh atau mengalami kerusakan berat.
Bandara Internasional Caracas juga sempat menghentikan operasional akibat kerusakan fasilitas, sementara sejumlah ruas jalan utama terputus sehingga menghambat distribusi bantuan kemanusiaan.
Tim pencarian dan penyelamatan terus bekerja tanpa henti menggunakan alat berat, anjing pelacak, hingga pencarian manual untuk menemukan korban yang masih tertimbun reruntuhan.
Sedikitnya lebih dari 30 tim Urban Search and Rescue (USAR) dari berbagai negara telah diterjunkan ke Venezuela. Bantuan internasional juga terus berdatangan dalam bentuk tenaga medis, rumah sakit lapangan, logistik, makanan, air bersih, serta obat-obatan.
Amerika Serikat mengumumkan bantuan kemanusiaan senilai 150 juta dolar AS, sementara India meluncurkan Operasi Amistad dengan mengirim rumah sakit lapangan beserta puluhan ton bantuan darurat.
Di tengah operasi penyelamatan, ribuan warga kini mengungsi ke lokasi-lokasi yang lebih aman karena khawatir terjadi gempa susulan. Banyak keluarga masih menunggu kabar anggota keluarganya yang belum ditemukan.
PBB menilai kebutuhan mendesak saat ini meliputi pencarian korban, layanan kesehatan darurat, penyediaan air bersih, sanitasi, tempat pengungsian, serta pemulihan infrastruktur dasar.
Bencana ini semakin memperberat kondisi Venezuela yang sebelumnya telah menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial. Proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu panjang dengan dukungan komunitas internasional.
Dengan puluhan ribu orang masih dinyatakan hilang, skala penuh tragedi ini diperkirakan belum sepenuhnya terlihat. Otoritas Venezuela bersama lembaga-lembaga internasional terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta mengikuti seluruh arahan petugas demi keselamatan bersama.
