PBB Peringatkan Korban Gempa Venezuela Berpotensi Terus Bertambah, Lebih dari 50.000 Orang Masih Hilang

0
IMG-20260627-WA0084

CARACAS – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela diperkirakan akan terus meningkat seiring masih berlangsungnya operasi pencarian dan penyelamatan di berbagai wilayah terdampak.

Hingga Jumat (26/6/2026), data resmi menunjukkan sedikitnya 589 orang meninggal dunia, sementara lebih dari 50.000 orang masih dinyatakan hilang setelah dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela utara pada Rabu (24/6/2026) malam.

Koordinator Bantuan Kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, menyatakan bahwa operasi kemanusiaan yang sedang berlangsung merupakan salah satu respons bencana paling kompleks dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami memiliki lebih dari 50.000 orang hilang dan lebih dari 500 orang meninggal dunia. Ini merupakan pekerjaan besar untuk menyisir reruntuhan,” ujar Fletcher.

Ia menegaskan bahwa jumlah korban jiwa diperkirakan masih akan bertambah secara signifikan mengingat banyaknya bangunan yang roboh dan masih banyak korban yang diyakini terjebak di bawah puing-puing.

La Guaira Jadi Wilayah Terparah

Negara Bagian La Guaira, yang berada di pesisir utara dekat ibu kota Caracas, menjadi kawasan dengan tingkat kerusakan paling parah.

Ratusan bangunan dilaporkan ambruk, termasuk apartemen bertingkat, hotel, pusat perbelanjaan, dan berbagai fasilitas umum. Banyak warga diperkirakan masih tertimbun reruntuhan sehingga proses pencarian dilakukan tanpa henti oleh tim penyelamat.

Kondisi tersebut diperparah oleh kerusakan infrastruktur yang menghambat distribusi bantuan kemanusiaan menuju sejumlah wilayah terdampak.

Bantuan Internasional Terus Berdatangan

Sejumlah negara mulai mengirimkan bantuan untuk mempercepat penanganan bencana.

Amerika Serikat mengumumkan bantuan kemanusiaan senilai 150 juta dolar AS guna mendukung operasi penyelamatan dan pemulihan.

Sementara itu, India meluncurkan Operasi Amistad dengan mengirimkan rumah sakit lapangan, tim medis, personel penyelamat, serta lebih dari 35 ton bantuan logistik dan perlengkapan darurat.

Berbagai negara lain juga mengirimkan tenaga SAR, obat-obatan, makanan, air bersih, hingga peralatan pencarian korban untuk membantu pemerintah Venezuela menghadapi salah satu bencana terbesar dalam sejarah modern negara tersebut.

Operasi Penyelamatan Masih Berlangsung

PBB menilai skala bencana masih belum sepenuhnya tergambar karena ribuan bangunan belum berhasil diperiksa.

Dengan lebih dari 50.000 orang masih hilang, operasi pencarian diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari bahkan beberapa pekan ke depan.

Kecepatan distribusi bantuan internasional, efektivitas operasi penyelamatan, serta koordinasi antara pemerintah Venezuela dan komunitas internasional menjadi faktor penting untuk meminimalkan bertambahnya korban jiwa dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

Baca juga: Gempa Kembar 7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, 589 Tewas dan 50.000 Hilang (/dunia/gempa-venezuela-72-75-589-tewas-2026/)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *