Hinduja Group Jajaki Peluang Investasi di Indonesia, Rosan Roeslani Terima Audiensi Konglomerat India

0
IMG-20260723-WA0060

JAKARTA — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P. Roeslani menerima audiensi jajaran Hinduja Group, konglomerasi global asal India, di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Selasa (21/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membahas peluang pengembangan investasi dan penjajakan kerja sama di sejumlah sektor potensial di Indonesia. Komunikasi antara pemerintah dan Hinduja Group diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas sekaligus memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan India.

Hinduja Group merupakan konglomerasi transnasional yang didirikan pada 1914. Grup tersebut memiliki kegiatan usaha di berbagai negara dan menjalankan bisnis di sejumlah sektor strategis, mulai dari otomotif, energi, perbankan dan keuangan, teknologi informasi, keamanan siber, layanan kesehatan, perdagangan, infrastruktur, media dan hiburan, hingga real estate.

Secara global, Hinduja Group tercatat memiliki kehadiran di berbagai negara dengan jaringan bisnis yang luas. Diversifikasi sektor usaha tersebut menjadi salah satu kekuatan grup dalam mengembangkan investasi dan ekspansi bisnis di berbagai kawasan.

Di sektor otomotif, salah satu perusahaan dalam kelompok usaha Hinduja, Ashok Leyland, memiliki posisi penting dalam industri kendaraan komersial India. Grup tersebut juga memiliki Switch Mobility, perusahaan yang mengembangkan bus listrik dan kendaraan komersial ringan berbasis teknologi elektrifikasi.

Group President Strategy Hinduja Group, Amit Saharia, menyampaikan bahwa perusahaan tengah mengarahkan strategi pertumbuhan melalui alokasi modal yang terukur. Fokus investasi antara lain diarahkan pada ekosistem kendaraan listrik, solusi digital, dan energi terbarukan.

Hinduja Group saat ini memiliki kapasitas energi terbarukan sekitar 3 gigawatt (GW) dan menargetkan peningkatan kapasitas hingga 10 GW pada 2030. Untuk mendukung ekspansi tersebut, perusahaan menyiapkan rencana investasi sekitar 3–4 miliar dolar AS dalam periode lima hingga enam tahun mendatang.

Selain pengembangan energi terbarukan, Hinduja Group juga mengembangkan platform kendaraan listrik terintegrasi yang mencakup manufaktur kendaraan, infrastruktur pengisian daya, pembiayaan, hingga layanan mobilitas.

Perkembangan tersebut menunjukkan arah strategi bisnis Hinduja Group yang semakin berfokus pada sektor-sektor yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, terutama kendaraan listrik, digitalisasi, dan energi bersih.

Di Indonesia, kehadiran bisnis yang terkait dengan Hinduja Group telah mencakup sejumlah aktivitas usaha, termasuk jaringan stasiun pengisian bahan bakar serta pemasaran berbagai produk otomotif dan industri.

Pertemuan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani menjadi bagian dari penjajakan untuk melihat peluang pengembangan investasi yang lebih luas di Indonesia.

Peluang tersebut dinilai sejalan dengan sejumlah sektor prioritas pemerintah Indonesia, khususnya pengembangan industri bernilai tambah, hilirisasi, transformasi industri, serta percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih.

Indonesia memiliki potensi besar sebagai tujuan investasi global karena didukung oleh pasar domestik yang luas, sumber daya alam, serta peluang pengembangan industri yang masih terbuka. Kondisi tersebut menjadi daya tarik bagi investor internasional yang ingin memperluas kegiatan usaha di kawasan Asia.

Bagi pemerintah Indonesia, masuknya investasi strategis dari perusahaan global diharapkan tidak hanya memberikan tambahan modal, tetapi juga mendorong transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok industri, serta meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.

Penjajakan antara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dengan Hinduja Group menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi mengenai potensi investasi dan kerja sama di Indonesia.

Ke depan, peluang kolaborasi tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara. Bagi Indonesia, investasi dari perusahaan global seperti Hinduja Group dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing industri dan mempercepat pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Sementara bagi Hinduja Group, Indonesia menawarkan peluang strategis untuk mengembangkan bisnis di tengah pertumbuhan ekonomi kawasan Asia dan meningkatnya kebutuhan terhadap teknologi, kendaraan listrik, infrastruktur, serta energi terbarukan.

Dengan komunikasi yang semakin intensif antara pemerintah dan dunia usaha, penjajakan investasi Hinduja Group diharapkan dapat membuka peluang baru bagi penguatan hubungan ekonomi Indonesia-India sekaligus mendukung agenda transformasi ekonomi nasional.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *