Srikandi Kemhan Dominasi Upacara Hari Kartini, Agus Widodo Tekankan Disiplin Anggaran
RAKYAT CERDAS — Momentum Hari Kartini dimaknai secara simbolik dan strategis di lingkungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Upacara bendera bulanan yang digelar di Lapangan Bhinneka Tunggal Ika, Senin (20/4), dipimpin oleh Dirjen Strategi Pertahanan Kemhan, Mayjen TNI Agus Widodo, dengan seluruh petugas upacara berasal dari Srikandi Kemhan.
Kehadiran perempuan sebagai pelaksana penuh upacara menjadi simbol penghormatan terhadap peran strategis perempuan dalam pengabdian kepada negara, sejalan dengan semangat perjuangan R.A. Kartini.
Dalam amanat Sekjen Kemhan yang dibacakan oleh inspektur upacara, ditekankan bahwa memasuki triwulan II tahun anggaran, seluruh satuan kerja dituntut meningkatkan disiplin dalam pelaksanaan program kerja.
“Ketepatan waktu dan ketepatan sasaran harus menjadi prioritas, disertai akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.
Selain itu, komitmen terhadap kualitas serapan anggaran juga menjadi sorotan penting. Setiap unit kerja diingatkan untuk tidak hanya fokus pada realisasi angka, tetapi juga memastikan output program benar-benar berdampak.
WFH Tetap Tuntut Kinerja Maksimal
Dalam kesempatan tersebut, kebijakan Work From Home (WFH) juga disinggung sebagai bagian dari langkah efisiensi birokrasi. Meski memberikan fleksibilitas kerja, kebijakan ini tetap menuntut tanggung jawab dan kinerja optimal dari seluruh aparatur.
Penegasan ini menjadi penting di tengah transformasi pola kerja pemerintahan yang semakin adaptif terhadap dinamika zaman.
Apresiasi untuk Purna Tugas
Upacara turut dirangkaikan dengan pelepasan 16 pegawai yang memasuki masa purna tugas. Momentum ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian panjang para aparatur dalam mendukung tugas-tugas pertahanan negara.
Suasana berlangsung khidmat, sekaligus sarat makna,menggabungkan penghormatan terhadap sejarah perjuangan perempuan, peneguhan disiplin birokrasi, serta apresiasi terhadap loyalitas aparatur negara.
