TNI AL dan Pakistan Navy Perkuat Kerja Sama Multi Domain Operations, Fokus Tingkatkan Keamanan Samudera Hindia

0
IMG-20260627-WA0077

SURABAYA – TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Pakistan Navy memperkuat kerja sama pertahanan maritim melalui penyelenggaraan 6th Navy to Navy Experts Level Staff Talks (NTNELST) yang berlangsung di Museum Pusat TNI AL, Surabaya, Kamis (25/6/2026). Pertemuan tingkat ahli tersebut menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan kolaborasi di bidang pendidikan, pelatihan, serta pengembangan kemampuan Multi Domain Operations (MDO) guna menghadapi dinamika keamanan maritim yang semakin kompleks.

Delegasi TNI AL dipimpin Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, sementara delegasi Pakistan Navy dipimpin Assistant to the Chief of Naval Staff for Special Operations and Marines, Commodore Anwar Saeed.

Forum bilateral tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan strategis Indonesia dan Pakistan di bidang pertahanan, khususnya dalam menjaga stabilitas kawasan Samudera Hindia yang memiliki peran vital bagi jalur perdagangan dan distribusi energi dunia.

Dalam pembahasan, kedua delegasi sepakat bahwa perkembangan teknologi pertahanan telah mengubah karakter operasi militer modern. Oleh karena itu, kerja sama ke depan tidak hanya berfokus pada latihan konvensional, tetapi juga diarahkan pada pengembangan konsep Multi Domain Operations, yakni operasi terpadu yang mengintegrasikan kemampuan laut, udara, darat, siber, hingga ruang angkasa.

Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan menegaskan bahwa diplomasi angkatan laut menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan. Sejalan dengan arahan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, kerja sama internasional terus diperkuat untuk meningkatkan profesionalisme prajurit sekaligus memperluas interoperabilitas antarangkatan laut negara sahabat.

Sementara itu, Commodore Anwar Saeed menyampaikan bahwa Pakistan memandang Indonesia sebagai mitra strategis penting di kawasan Indo-Pasifik. Menurutnya, kerja sama kedua angkatan laut diharapkan mampu memperkuat keamanan jalur pelayaran internasional serta mendukung kebebasan navigasi di Samudera Hindia.

Selain membahas peningkatan pendidikan dan latihan bersama, kedua pihak juga mengevaluasi berbagai program kerja sama yang telah berjalan serta menjajaki peluang kolaborasi baru di bidang pertukaran personel, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengembangan kemampuan operasi maritim modern.

Pemilihan Museum Pusat TNI AL sebagai lokasi penyelenggaraan forum juga mencerminkan kuatnya hubungan historis kedua negara yang telah terjalin selama beberapa dekade. Nilai sejarah tersebut menjadi fondasi penting dalam mempererat hubungan bilateral sekaligus memperkuat diplomasi pertahanan di masa mendatang.

Sebelumnya, TNI AL dan Pakistan Navy telah menggelar latihan bersama Teman E Bahr 2026 di perairan Laut Jawa yang melibatkan sejumlah kapal perang kedua negara. Latihan tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama pertahanan yang terus berkembang antara Indonesia dan Pakistan.

Penguatan kerja sama melalui forum NTNELST diharapkan mampu meningkatkan kesiapan kedua angkatan laut dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan maritim, mulai dari perompakan, penyelundupan lintas negara, ancaman siber, hingga dinamika geopolitik di kawasan Indo-Pasifik.

Di tengah meningkatnya kompleksitas lingkungan strategis global, sinergi TNI AL dan Pakistan Navy dinilai menjadi langkah penting dalam membangun stabilitas kawasan, memperkuat interoperabilitas militer, serta mendukung terciptanya keamanan jalur pelayaran internasional yang aman, bebas, dan terbuka bagi seluruh negara.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *